Senin, 28 November 2011

balasan surat laila kpd majnun (dgn menitipkan anting sbg tanda cintanya)

Aku tidak pernah ingat satu saat pun dalam hidupku yang kosong dalam mengingatmu.
Aku menyimpan kecintaanku dalam batinku begitu lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun.
Sementara engkau teriakkan cintamu kepada dunia.

Aku simpan nyala api cintaku jauh di dalam hati, sementara engkau bakar seluruhnya dengan api cintamu.
Wahai kekasih...
Katakan kepadaku, siapa yang paling gila diantara kita dalam bercinta. Engkau atau aku?

surat mejnun kepada laila

Aku turut bahagia atas pernikahanmu.
Dan aku tidak meminta apa-apa darimu.

Kecuali engkau mengenang bahwa disatu tempat,
ada seseorang yang sekiranya tubuh ia dicabik-cabik binatang buas,
Ia masih tetap menyebut namamu...
Kau bagaikan mega putih yang berarak ditemani sang surya

Kau bagaikan ombak yang mengalun lembut dikeluasan samudera

Kau bagaikan sang raja siang yang  membakar jiwaku

Kau bagaikan jamu terpahit yang harus kuminum

Kau... kaulah segalanya

Kau... tiada duanya

Kau... adalah bagian dari hidupku

Kasih.. kucinta kau apa adanya




By : Novianti A.
Alkisah dari lisan yang slalu menyejukkan...
Hingga terbawa kisah yang haru menghanyutkan...

Sentuhan kasih dan belaian manja yang kau curahkan...
Cukup membuatku tersanjung dan mengenal akan arti sayang yang kau tambatkan...

Mungkin penerangku tlah melupakan...
Hingga kini diriku terabaikan...
Cukuplah sudah rasa sakit yang kau tawarkan...
Suryaku tlah tenggelam dan bintang kau tinggalkan...



By : Bintang Anjani

Minggu, 27 November 2011

mengobati kerinduan

Kuingin melupakanmu
Namun wajahmu seolah-olah menutupi pandanganku
Menemani malam dengan tiupan serulingku
Menanti nyanyian dari negeri seberang menyelimutiku

Kuterhempas bagai buih dilautan
Menunggu senja dan menyambut rembulan
Menatap langit mengobati kerinduan
Demi asaku dari satu bayangan



By : HS

Luka pandangan

kau senantiasa mengikuti pandangan setelah ada yang cantik dan yang tampan
Kau kira itu pengobat lukamu yang tertahan
Padahal sebenarnya ia adalah luka diatas luka
Kau korbankan matamu untuk mengamati dan menangis
Sedangkan hatimu tersayat-sayat sebagai korban



By : HS