kau senantiasa mengikuti pandangan setelah ada yang cantik dan yang tampan
Kau kira itu pengobat lukamu yang tertahan
Padahal sebenarnya ia adalah luka diatas luka
Kau korbankan matamu untuk mengamati dan menangis
Sedangkan hatimu tersayat-sayat sebagai korban
By : HS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar